gamelan

Satukan Perbedaan Bangsa Lewat Budaya

Tue, 09/16/2014 - 18:04 -- nofrilawati

Setiap negara memiliki latar belakang yang berbeda dan semua itu dapat disatukan melalui musik dan budaya.

Seperti diungkapkan oleh Sultan Hamengku Buwono X dan Simon Taylor, CEO National Concert Hall (NCH) Dublin, Republik Irlandia, pada konser dan puncak upacara penamaan gamelan di Dublin, Irlandia bahwa musik dan budaya dapat menyatukan berbagai bangsa dengan latar belakang berbeda.

Sebanyak 22 pengrawit (musisi dan penyanyi) dan lima penari dari Tim Gamelan Krida Mardawa Kraton Yogyakarta Hadiningrat tampil memukau para penonton pada malam pertunjukan tersebut.

Peringati HUT Ke 209, Solo Gelar Konser Gamelan

Wed, 02/12/2014 - 19:43 -- nofrilawati

Indonesia memiliki banyak kesenian tradisional yang harus tetap dijaga kelestariannya. Seperti yang dilakukan komunitas kesenian peduli gamelan dengan menggelar sebuah konser akbar dalam rangka memeriahkan ulang tahun Kota Solo di Benteng Vestenburg, Solo pada Sabtu 15 Februari 2014.

Ya melalui situasi seperti ini kami yang tergabung dalam Komunitas Lestari Gamelan tergerak untuk membangkitkan kembali kesenian gamelan, kata Ketua Komunitas Lestari Gamelan, Begog Joko Winarso, seperti dikutip dari Antara News.

Gamelan Bali dan Jawa Makin Populer di Dunia

Wed, 12/04/2013 - 14:36 -- nofrilawati

Seni musik tradisional Bali dan Jawa makin populer di dunia. Di Amerika Serikat, Sejumlah universitas, institut dan lembaga kesenian memberikan mata pelajaran seni musik Gamelan Bali dan Jawa, sehingga alat musik tradisional asal Indonesia ini semakin populer.

Selain AS, seni musik tradisional Bali dan Jawa juga berkembang di 26 negara lainnya, termasuk Jepang, kata Dosen Program Studi Karawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar I Nyoman Windha, seperti dikuitip dari Antara News.

Subscribe to RSS - gamelan