Berita Terpilih

Tingkatkan Produksi Garam BPPT Lakukan Rekayasa Teknologi

Mon, 11/06/2017 - 17:34 -- nofrilawati

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) terus melakukan rekayasa teknologi untuk memenuhi kebutuhan garam dalam negeri.

Teknologi rekayasa milik BPPT akan mampu menghentikan impor garam dalam waktu dekat, kata Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Unggul Priyanto, dikutip dari Antara News.

Rekayasa teknologi yang dimaksud yakni produksi garam harus bisa dilakukan setiap saat dan tanpa mengenal musim.

"Isu krisis garam nasional menjadi perhatian kami. Untuk meningkatkan produksi garam nasional dengan rekayasa teknologi ini memungkinkan untuk bisa dilakukan setiap saat, jadi produksi tak hanya dilakukan pada musim kemarau saja," jelasnya.

Untuk mengatasi masalah pasokan garam, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bahwa pemanfaatan teknologi harus dapat membantu petani meningkatkan produksi maupun kualitas garam.

Jika dari hasil inovasi teknologi garam BPPT yang diuji coba di Kupang, Nusa Tenggara Timur, hasil produksinya bagus, maka akan diaplikasikan juga di Madura dan sentra-sentra garam lainnya.

Pihaknya optimistis solusi teknologi BPPT bisa mengatasi masalah pasokan garam di Indonesia sehingga tidak perlu impor lagi, bukan hanya untuk jangka pendek tetapi juga jangka panjang.

"Dengan begitu, biaya lebih rendah, tidak lagi terlalu berpengaruh dengan cuaca, produksi dapat kita angkat dan kita tidak impor lagi. Itu salah satu rekayasa dari BPPT," ujar Luhut.

Foto : Tekno - Akurat.co

Category: