Berita Terpilih

Siswa-Siswi Ini Deklarasikan Sekolah Tanpa Advertensi Rokok

Mon, 11/23/2015 - 10:40 -- nofrilawati

Delapan perwakilan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari Jakarta dan Bandung deklarasikan Sekolah Tanpa Advertensi Rokok (STAR) pada Sabtu, 21 November 2015. Deklarasi yang diadakan di Taman Menteng ini dalam rangka menolak menjadi target industri rokok melalui iklan-iklannya.

Kegiatan yang bertajuk "STAR - Sekolah Tanpa Advertensi Rokok : Kami Menolak Diam!" ini merupakan puncak kegiatan dari serangkaian kegiatan aksi yang telah mereka lakukan sebelumnya, yaitu menurunkan iklan-iklan rokok disekitar sekolah mereka.

"Selain ingin melindungi teman-teman kami supaya tidak terbujuk untuk merokok, kami juga berharap gerakan kami akan menginspirasi teman-teman di sekolah-sekolah lain di Indonesia untuk melakukan hal yang sama seperti yang kami lakukan. Kami tidak mau jadi target/sasaran industri rokok", ujar Annisa Rosinawati, siswi SMPN 117 Jakarta Timur.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP IT Ar-Rahman, Jakarta Timur mengungkapkan "Kami menginginkan anak-anak kami menjadi pilar masa depan bangsa, karena itu mereka harus kuat, tidak sakit-sakitan atau jatuh miskin karena kecanduan rokok. Penurunan iklan-iklan rokok semestinya bukan lagi mesti dilakukan, tapi memang iklan rokok harusnya tidak boleh ada lagi. Industri rokok seharusnya malu telah menjadikan anak-anak sebagai target".

Kegiatan ini juga dihadiri para penggiat pengendalian tembakau di Indonesia sebagai dukungan kepada para siswa dan guru yang telah turut bergerak mendeklarasikan penolakan mereka terhadap iklan rokok.

Deklarasi yang terselenggara atas kerjasama Lentera Anak Indonesia (LAI), Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), dan Smoke Free Agents (SFA) ini dihadiri SMPN 104 dan MTs Jamiatul Huda (Jakarta Selatan); SMPN 117, SMP Budhaya Santo Agustinus, dan SMP IT Ar-Rahman (Jakarta Timur); serta SMPN 7, SMPN 2, dan SMPN 15 (Bandung).