Berita Terpilih

Sebelum Berakhir, Pemerintah Percepat Pembangunan Proyek Infrastruktur

Fri, 06/27/2014 - 14:07 -- nofrilawati

Menjelang berakhirnya kabinet Indonesia Bersatu II pada Oktober 2014, Pemerintah janjikan percepatan pembangunan 15 proyek infrastruktur yang sempat terhambat.

Kita telah mengambil keputusan untuk mempercepat beberapa proyek infrastruktur yang sempat terhambat, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Chairul Tanjung, seperti dikutip dari Antara News.

Proyek tersebut antara lain infrastruktur bandara dan pelabuhan, meliputi perluasan Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp 26.25 triliun, pembangunan Bandara Kertajati Rp 8.3 triliun, Pelabuhan Cilamaya Rp 14.9 triliun dan Kereta Api Kalimantan Rp 59 triliun, ujarnya.

Selain itu, proyek infrastruktur energi yaitu PLTU Sumatera Selatan 9-10 senilai Rp 25 triliun, Listrik Jawa Sumatera 500 Kv HVDC senilai Rp 12.2 triliun. PLTU Pangkalan Susu 2x200 MW sebesar 471 juta dolar AS dan PLTU Takalar 246 juta dolar AS.

Proyek infrastruktur lainnya yang akan dipercepat adalah jalan tol Trans Sumatera yang memiliki total nilai investasi sebesar Rp 355 triliun, tol Cibitung-Cilicing senilai Rp. 4.2 triliun, tol Manado-Bitung Rp 4.3 triliun, dan tol Palu-Parigi sebesar Rp 2.2 triliun.

Pemerintah telah membentuk tim kecil untuk merumuskan Peraturan Presiden (Perpres) bagi BUMN yang akan membangun jalan tol ini, termasuk skema pembiayaannya, agar proyek infrastruktur jalan ini segera terwujud, katanya.

Foto : konstruksisumut.com