Berita Terpilih

Saatnya Bahasa Daerah Masuk Dalam Kurikulum Pendidikan

Thu, 09/25/2014 - 17:20 -- nofrilawati

Mencegah bahasa daerah dari kepunahan, para agen pendidikan meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyiapkan regulasi tentang masuknya bahasa daerah ke dalam kurikulum pendidikan.

Sebaiknya ada regulasi dari pusat ke daerah untuk menjadikan bahasa daerah sebagai mata pelajaran dalam muatan lokal agar bahasa daerah tidak punah, kata Prof. Dr. H. Jumadi, M.Pd dari Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, dikutip dari Antara News.

I Wayan Widana dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Bali mengatakan bahwa kurikulum 2013 tidak menyebutkan bahasa daerah secara eksplisit, sementara muatan lokal tidak ada kejelasan bentuk pembelajarannya. Saya berharap bahwa pemerintah dapat memberikan solusi untuk masalah ini, baik bahasa daerah itu sendiri maupun guru yang mengajar bahasa daerah, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Kebijakan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Dr. Bambang Indriyanto mengatakan bahwa muatan lokal diserahkan kepada daerah masing-masing.

Dalam kurikulum 2013 terdapat kurikulum nasional dan kurikulum muatan lokal. Untuk kurikulum muatan lokal diserahkan kepada daerah untuk mendefinisikan apa yang akan diajarkan.

Sedangkan, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Ainun Naim, menilai bahwa cara yang paling efektif mengajarkan bahasa adalah dengan mempraktekan, tidak dengan menceritakannya.

Regulasinya itu terbatas dalam penentuan standar, kurikulum, karena kita juga harus memberikan kebebasan kepada sekolah dan daerah untuk berkreasi, katanya.

Foto : suarapembaruan.com

Category: