Berita Terpilih

Penuhi Pasar Enzim Dengan Mengkudu

Fri, 02/27/2015 - 17:09 -- nofrilawati

Memiliki banyak manfaat untuk pengobatan membuat peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan pemurnian protease dari buah dan daun mengkudu untuk memenuhi permintaan pasar enzim dunia.

Tahun 2013 diperkirakan pasar enzim dunia mencapai 7 milyar dolar, dengan peningkatan permintaan 6,3 persen pertahun, kata Dwi Ishartani salah satu tim peneliti pemurnian Protease Buah Mengkudu dari IPB, dikutip dari Antara News.

Mengkudu sangat populer di kawasan Asia Tenggara, Kepulauan Pasifik dan Karibia, termasuk salah satunya Indonesia. Penggunaan buah tersebut secara tradisional antara lain untuk obat cacing, luka, abses, sariawan, sakit gigi, memar, rematik, infeksi mulut dan gusu, sakit perut dan hipertensi, ujarnya.

Manfaat mengkudu sejauh ini belum dikaitkan dengan kandungan enzim di dalamnya, kata dia.

Ia mengatakan pengaruh umur buah dan daun terhadap aktivitas protease dalam mengkudu diamati menggunakan buah dan daun dengan dua tingkat usia atau ketuaan berbeda yakni tingkat ketuaan 2 (TK2) dengan ciri buah berwarna kuning kehijauan, tekstur keras tingkat ketuaan 4 (TK4) dengan ciri berwarna putih kuning.

Sedangkan untuk daun dibagi dua yakni pucuk (hijau muda, mengkilap) dan pangkal daun (hijau tua, mengkilap).

Hasilnya, kandungan protein buah TK2 lebih tinggi daripada buah TK4, dan daun pucuk lebih tinggi dari daun pangkal, ini karena faktor penuaan atau pematangan, katanya.

Enzim dari tumbuhan seperti misalnya papain dan bromelain masih relevan digunakan sebagai sumber komersial. Enzim dari tumbuhan pada tahun 2008 menempati 5 persen dari total pangsa pasar enzim dunia, ungkapnya.

Protease buah dan daun mengkudu sebagai salah satu sumber enzim komersial, katanya.

Category: