Berita Terpilih

Pengelolaan Industri Kelapa Sawit Harus Ramah Lingkungan

Tue, 05/06/2014 - 16:05 -- nofrilawati

Memiliki luas perkebunan kelapa sawit yang mecapai 9 juta hektar, Indonesia dapat menjadi salah satu kontributor pertumbuhan hijau atau pembangunan yang pro lingkungan di Asia apabila Industri kelapa sawit dikelola melalui praktik agribisnis terbaik.

Melalui pengelolaan berkelanjutan, perkebunan kelapa sawit di Indonesia mampu menghasilkan devisa dalam jumlah besar dengan melibatkan begitu banyak tenaga kerja. Sekaligus mengedepankan pengelolaan yang ramah lingkungan melalui pengurangan emisi gas rumah kaca dari seluruh rantai pasok, kata Chairman Golden Agri Resources Ltd (GAR), Franky Oesman Widjaja, seperti dikutip dari AntaraNews.com.

Saat ini, minyak kelapa sawit mentah memasok hampir 30 persen dari keseluruhan kebutuhan minyak nabati dunia melalui perkebunan yang luasnya hanya sekitar 5 persen dari keseluruhan perkebunan penghasil minyak nabati, katanya.

Dari total luas perkebunan kelapa sawit yang dimiliki Indonesia, 8 persen merupakan milik pemerintah, 50 persen milik swasta dan 42 persen merupakan lahan petani kecil dengan sekitar separuh dari jumlah tersebut adalah petani independen.

Pola pengembangan perkebunan kelapa sawit melalui skema inti dan plasma, juga memberi kesempatan bagi petani independen untuk terlibat dalam sektor ini. Melalui pendampingan dari pemerintah dan swasta, berikut penyediaan skema kerja sama keuangan yang inovatif dengan sektor perbankan, produkvitas perkebunan para petani tadi masih dapat terus ditingkatkan, ujar Franky.

Foto : alascadiela.wordpress.com

Category: