Berita Terpilih

Nilai Harian Pengaruhi Kelulusan Siswa

Mon, 03/17/2014 - 16:10 -- nofrilawati

Komposisi kelulusan Ujian Nasional Tahun 2014 memiliki sedikit perbedaan dari tahun sebelumnya. Tahun ini, komposisi kelulusan siswa terdiri dari 70 persen nilai rata-rata rapor dan 30 persen nilai ujian sekolah, jadi faktor kelulusan siswa tidak sepenuhnya berdasarkan hasil UN melainkan dari nilai harian siswa.

Berikut beberapa hal kriteria kelulusan siswa, seperti siswa harus menyelesaikan seluruh program pembelajaran, siswa memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran, siswa lulus ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan (S/M/PK) dan lulus Ujian Nasional (UN).

Untuk kriteria kelulusan Ujian S/M/PK peserta didik harus memenuhi syarat sebagai berikut :
• Kriteria kelulusan peserta didik dari ujian S/M/PK untuk semua mata pelajaran ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan Nilai S/M/PK. Kriteria mencakup minimum rata-rata nilai dan minimum nilai setiap mata pelajaran.
• Nilai S/M/PK diperoleh dari gabungan :
a. Rata-rata nilai rapor dengan bobot 70%
b. Nilai Ujian S/M/PK dengan bobot 30 %

Sedangkan untuk lulus Ujian Nasional peserta didik harus memenuhi :
• Kriteria kelulusan peserta didik untuk Ujian Nasional SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK dan Program Paket B dan C adalah Nilai Akhir (NA) setiap mata pelajaran yang diuji nasionalkan paling rendah 4,0 dan rata-rata NA untuk semua mata pelajaran paling rendah 5,5.
• Nilai Akhir (NA) merupakan gabungan Nilai S/M/PK dan Nilai Ujian Nasional dengan bobot 40 persen Nilai S/M/PK dan 60 persen Nilai UN.

Pelaksanaan UN bertujuan untuk memetakan kompetensi siswa dari tiap daerah di Indonesia, kata Plt Puspendik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam, seperti dikutip dari Kompas.com.