Berita Terpilih

Memutus Mata Rantai Kemiskinan Lewat Beasiswa Bidikmisi

Mon, 03/03/2014 - 15:01 -- nofrilawati

Pemberian beasiswa Bidikmisi oleh Pemerintah melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memasuki tahun ke empat. Bidikmisi merupakan beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu, dan pada 26 – 28 Februari 2014, lebih dari seribu para penerima besiswa ini berkumpul di Jakarta dalam rangka silaturahmi dan membuat forum antar mereka.

Program beasiswa yang diluncurkan Kemendikbud pada 2010 ini diberikan kepada lulusan SMA/SMA/MA dari keluarga tidak mampu untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, tanpa biaya sampai lulus, dan selama kuliah mendapatkan uang saku atau biaya hidup. Sampai 2013, total jumlah penerima Bidikmisi di berbagai perguruan tinggi mencapai 140.180 mahasiswa yang tersebar di 98 PTN dan 590 PTS.

Beasiswa yang awalnya hanya sebatas peraturan pemerintah yang harus dilaksanakan oleh PTN, saat ini telah berubah menjadi Undang-undang. Jika sebelumnya hanya bersifat dukungan kebijakan yang ada pada tingkat menteri, dan kini ditingkatkan menjadi kebijakan pemerintah, maka dengan masuknya kebijakan itu dalam UU No 12 Pasal 74 Ayat 1, Bidikmisi kini menjadi tanggung jawab negara.

Bidikmisi adalah program mulia yang tidak ada penolakan sedikit pun dari masyarakat atas program ini. Dengan moto memutus mata rantai kemiskinan, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk menolak dan menghalangi program ini, ujar Mendikbud M. Nuh, seperti dikutip dari Kompas.com.

Foto : seputaraceh.com