Berita Terpilih

Ketika Kabupaten/Kota Dituntut Ciptakan Kota Layak Anak

Mon, 02/03/2014 - 15:47 -- nofrilawati

Anak memiliki hak untuk mendapat kehidupan yang lebih layak dan tantangan utama Abad ke-21 adalah ledakan jumlah penduduk dunia dan padadnya perkotaan. Pada tahun 2025 diperkirakan penduduk perkotaan jumlahnya mencapai empat miliar termasuk anak keluarga miskin sebanyak 300 juta yang sebagian besar tinggal di negara berpenghasilan rendah.

Konsep awal Kota Layak Anak (KLA) dikenalkan UNICEF dan The United Nations Human Settlements Programme (UN-HABITAT) pada tahun 1996 di Istambul pada Konferensi Habitat II dalam City Summit. Menurut UNICEF Innocentil Research Centre, KLA adalah kota yang menjamin hak setiap anak, yaitu :
• Suara/pendapatnya tentang kota yang mereka inginkan mempengaruhi keputusan kotanya
• Berperan serta dalam kehidupan keluarga, komunitas, dan sosial
• Menerima layanan dasar(misalnya, kesehatan dan pendidikan)
• Mendapatkan air bersih untuk minum dan akses terhadap sanitasi yang baik
• Terlindungi dari eksploitasi, kekejaman dan perlakuan salah
• Aman di jalan
• Berkesempatan bertemu dan bermain dengan teman
• Mendapat ruang hijau untuk tanaman dan hewan
• Hidup di lingkungan yang bebas polusi berperan serta dalam kegiatan budaya dan sosial
• Mengakses setiap layanan secara seimbang tanpa membedakan suku bangsa, agama, kekayaan, gender dan kecacatan.

Sejalan dengan otonomi daerah saat ini, Pemerintah kabupaten atau kota di Indonesia diharapkan dapat menerapkan konsep ini sebagai wujud "pengarusutamaan anak dalam pembangunan".

Sumber : I. Rilantono, Lily, (2009). Menyalakan Api, Investasi Pembangunan Sumberdaya Insani.
Foto : antarafoto.com