Berita Terpilih

Delapan Jam Belajar, Sekolah Dapat Berkolaborasi Dengan Lembaga Lain

Wed, 06/14/2017 - 19:02 -- nofrilawati

Penerapan delapan jam belajar dengan lima hari sekolah dalam sepekan yang akan dimulai pada tahun ajaran 2017/2018 secara bertahap sesuai dengan kapasitas, sekolah dapat berkolaborasi dengan lembaga lain untuk sistem tersebut.

"Sekolah delapan jam itu bukan hanya di kelas selama delapan jam, siswa dapat belajar apa saja di luar sekolah. Sekolah juga dapat berkolaborasi dengan lembaga lain seperti madrasah diniyah," kata Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hamid Muhammad, dikutip dari Antara News.

Lingkungan seperti surau, masjid, gereja dan pura juga dapat menjadi tempat bagi siswa menimba ilmu, ungkapnya.

Dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) lebih diutamakan pengembangan karakter peserta didik terutama pada tingkat dasar dan menengah, katanya.

Menurut dia, porsi pendidikan karakter sebesar 70 persen sementara pendidikan akademik 30 persen, dengan menitik beratkan lima nilai utama yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas.

Penerapan delapan jam belajar dalam sehari ini duwujudkan dalam kegiatan intrakulikuler, kokulikuler dan ekstrakulikuler.

Kegiatan kokulikuler meliputi kegiatan pengayaan mata pelajaran, kegitan ilmiah, pembimbingan seni dan budaya atau bentuk kegiatan lain untuk penguatan karakter peserta didik. Sedangkan kegiatan ekstrakulikuler termasuk kegiatan krida, karya ilmiah, olah bakat dan keagamaan.

Foto : sekolahmenyenangkan.org