Berita Terpilih

Alat Inovasi Siswa SMA 1 Tarakan Ini Dapat Deteksi Kemurnian Udara

Wed, 08/24/2016 - 11:48 -- nofrilawati

Bencana kebakaran hutan yang melanda Kalimantan pada tahun 2015 lalu membuat Aan Arian Nanda (17) dan Feriawan Tan (17), siswa asal SMA 1 Tarakan, Kalimantan Utara menciptakan detector kemurnian udara yang diberi nama D'Box CC.

"Alat kami berawal dari bencana kabut asap di Tarakan di Desember 2015. Kami membuat alat yang mendeteksi konsentrasi gas CO dan CO2," ujar Aan, dikutip dari Antara News.

Bersama guru pembimbing dari sekolah, dua siswa ini merancang alat pendeteksi kelayakan udara yang sederhana dengan biaya seminimal mungkin.

"Pembuatannya sekitar enam bulan. Dari bulan November 2015 sampai Mei 2016. Tahap yang lama itu melakukan riset, mencari komponen. Lalu untuk menentukan sensor apa yang digunakan. Sementara untuk alat sendiri kami butuh waktu tiga hari untuk lembur," ungkap Feri.

Cara kerja "D'Box CC" ini adalah fan yang berfungsi untuk mengkompresi udara. Di dalam (belakang) fan ada sensor yang membaca data kandungan CO dan CO2 di udara," jelas Feri.

"Setelah membaca data, sensor mengirimkan data ke mikro, sebagai otaknya atau prosessornya lah. Dari otaknya itu mengirim data ke sistem. Sistemnya itu ada LED indikator dan layar LED untuk menampilkan data. Ketika menggunakan kabel USB, di sini ada aplikasinya. Jadi, data dikirimkan ke aplikasi," katanya.

Kemudian, bila kadar CO2 di udara melebihi batas normal (lebih dari 500 ppm) dan CO (12,4 ppm), maka akan ada suara peringatan melalui speaker.

"Kami nantinya ingin alat ini lebih muda dibawa, wireless dan bisa diakses melalui aplikasi mobile," ujar Feri.

Foto : infokompetisi.lipi.go.id